Keerom. Sistem Pembajakan Tanah Tradisional dilakukan Sebelum ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang secara pesat seperti pada zaman ini , para petani mengolah tanahnya dengan berbagai alat-alat tradisional yang bekerja menggunakan tenaga otot baik itu dari tenaga manusia maupun tenaga hewan seperti kerbau atau sapi .
Kini, sistem pembajakan tanah untuk lahan pertanian sudah tidak menggunakan alat tradisional lagi melainkan menggunakan alat modern. Sistim pembajakan modern identik dengan menggunakan Traktor dimana Traktor adalah merupakan sebuah mesin yang besar dan digerakkan melalui tenaga bahan bakar yang berfungsi sebagai pembajak sawah modern atau menggemburkan tanah tanpa menggunakan tenaga otot.
Seperti yang dilaksanakan oleh Bati Tuud Koramil 1701-04/Arso Pelda Idris Tharob bersama anggota Kelompok Tani “Subur Tani” kampung Wubur, Distrik Arso, Kabupaten Keerom yang melaksanakan pembajakan lahan untuk bercocok tanam. Sabtu (25/2).
Pembajakan lahan yang dilakukan oleh Pelda Idris bersama dengan Agus selaku Ketua Kelompok Tani “Subur Tani” tersebut rencana akan ditanami bibit cabai dan sayur mayur, karena hingga saat ini, harga cabai di pasaran masih melambung tinggi.
Agus mengungkapkan bahwa lahan yang dibajak tersebut, rencananya akan ditanami dengan bibit cabai dan sayur mayur dimana lahan yang dibajak dengan yang tidak dibajak akan memberikan hasil yang berbeda pada sistem tanam. Ditambahkannya, bahwa hasil tanam pada lahan yang dibajak akan memberikan hasil yang maksimal dibandingkan dengan lahan tanam yang tidak dibajak.

More Stories
Rangkaian Kegiatan Kunjungan Kerja Danrem 172/PWY di Kabupaten Yahukimo
odim 1709/Yawa dan Kesbangpol Bersinergi Bentuk Generasi Berintegritas
Babinsa Ansus Turun Tangan, Bantu Warga Bangun Perahu Demi Dukung Aktivitas Nelayan