Skouw – Selasa (23/5). Prajurit Batalyon Para Raider 432/WSJ yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI –PNG sektor utara saat ini sudah menduduki pos-posnya masing-masing, dimana Satgas Pamtas ini mempunyai tugas dan tanggungjawab mulai dari wilayah skouw di patok MM1 membentang sepanjang garis perbatasan sampai dengan patok MM 3 masuk wilayah Bewan Lama.
“Ini merupakan tugas pokok yang harus dilaksanakan secara rutin karena di sinyalir masih terdapat adanya Pelintas Batas Ilegal, Ilegal loging, Penyelundupan dan lain-lain, sehingga diharapkan tugas ini bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Pimpinan Atas”, ujar Lettu Ctp Joko Setiono selaku pimpinan pasukan patroli.
Pihaknya menjelaskan, perjalanan untuk mencapai patok perbatasan ini tidak sesuai dengan yang di bayangkan. Ternyata medannya sangat sulit dan sangat berat karena posisi patok berada di bagian paling utara, posisinya sangat dekat dengan bibir pantai. Kita juga harus menuruni tebing yang sangat curam dan terjal dengan batu-batu karang yang sangat tajam, dengan mengikuti jalan stapak dan anak tangga dari kayu yang sudah dibuatkan oleh satgas yang terdahulu pada medan yang tidak bisa di lewati namun kondisinya sudah rusak sehingga kita menyusurinya menggunakan bantuan ranting ranting kayu disekeliling untuk pegangan atau bantuan.
Sementara itu, Dansatgas Letkol Inf Ahmad Daud saat ditemui menekankan kepada Prajurit pada saat pelaksanaan patroli menuju patok batas ditekankan sambil mengecek rute-rute “jalan-jalan tikus” yang sering dilalui oleh masyarakat di sekitar perbatasan untuk mengantisipasi terjadinya pelintas batas ilegal.

More Stories
Rangkaian Kegiatan Kunjungan Kerja Danrem 172/PWY di Kabupaten Yahukimo
odim 1709/Yawa dan Kesbangpol Bersinergi Bentuk Generasi Berintegritas
Babinsa Ansus Turun Tangan, Bantu Warga Bangun Perahu Demi Dukung Aktivitas Nelayan