Abepura – Bertempat di Aula Makorem 172/PWY, sebanyak 150 orang Babinsa dan Para Danramil jajaran Korem 172/PWY menerima materi pembekalan pengembangan kemampuan Intelijen Teritorial (Intelijen Teritorial) dari Pusat Teritorial Angkatan Darat, Jum’at (2/3).
Dalam tugas sehari-hari, kemampuan dasar inteljen Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai Badan Pengumpul Keterangan (Bapulket) sangatlah dibutuhkan, bagaimana Babinsa mencermati dan menganalisa perkembangan situasi dan kondisi suatu wilayah.
Dalam sambutan Danrem 172/PWY Kolonel Inf Boni C. Pardede yang diwakili oleh Kepala Staf Teritorial (Kasiter) Korem 172/PWY Letkol Inf D.J. Manalu menyampaikan di era globalisasi saat ini, kemampuan intelijen teritorial setiap babinsa harus terus dikembangkan.
“Babinsa harus bisa menyesuaikan dan merespon perkembangan jaman serta perkembangan kehidupan sosial masyarakat seiring dengan trend permasalahan kekinian”, ujar Kasiter.
Saat ini, ungkapnya, teknologi informasi semakin canggih, masyarakat yang semakin berani dengan beragam tuntutannya, dan persaingan yang semakin ketat serta munculnya berbagai tekanan dan tantangan atau bahkan ancaman dari berbagai arah terhadap negara.
Untuk itu, TNI merespon melalui Pusterad kali ini memberikan materi pembekalan penggunaan metode pelaporan secara cepat yang dapat digunakan oleh Para Babinsa dan Danramil agar informasi yang didapat segera dimonitor oleh Komando Atas.
Ketua Tim Pusterad Letkol Arh Yudia, S.Si.,M.Si dalam materinya menyampaikan penggunaan aplikasi dari Pusterad ini sebagai upaya TNI dalam menghimpun secara cepat dan tepat informasi dari satuan komando kewilayahan dalam satu aplikasi.
“Aplikasi tersebut bertujuan agar para Babinsa dalam memberikan laporan Teritorial/laporan kejadian ke Koramil, Kodim, Korem dan Kodam lebih cepat dan up to date sehingga berbagai kejadian-kejadian yang terjadi di wilayah yang menjadi tanggung jawab Babinsa dapat secepatnya di laporkan ke Komando Atas”, ungkapnya.
“Namun, untuk wilayah paling timur indonesia ini masih ada beberapa kendala seperti sinyal/jaringan internet. Aplikasi ini berjalan dengan akses internet, dimana kita ketahui bersama, masih ada sebagian wilayah papua belum terjangkau oleh jaringan internet dan menjadi kendala terbesar bagi sebagian prajurit”, ungkapnya.

More Stories
Babinsa Warbah Perkuat Kedekatan dengan Warga, Dengan Aktif Laksanakan Komsos di Kampung Urfas III
Karya Bakti TNI-POLRI dan Pemkab Bersihkan Pasar Sentral Tiom, Perkuat Gerakan Indonesia Bersih di Lanny Jaya
Danrem 172/PWY Tinjau Satuan Jajaran di Pegunungan Tengah : Tekankan Profesionalisme dan Pendekatan Humanis