13/06/2026

BABINSA DAMPINGI PETUGAS PENYULUHAN LAPANGAN (PPL) DALAM MENSOSIALISIKAN TETANG PENANGGULANGAN HAMA TERPADU (PHT)

Keerom – Serda Sulistiono Babinsa Koramil 1701-23/Skanto melaksanakan pendampingan dalam kegiatan Penyuluhan Pertanian yang dilaksanakan oleh Bapak Masirin, selaku Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Kampung Intaimelyan Distrik Skanto Kabupaten Keerom, Senin (4/10/2021).

Kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) kali ini yaitu terkait cara PENANGGULANGAN HAMA TERPADU (PHT), yang di ikuti oleh ibu-ibu Kelompok Tani Timor.

Pada saat di temui Babinsa mengatakan, penyuluhan petanian mengenai Penaglnggulangan Hama Terpadu (PHT) sangat baik dilakukan guna memberi wawasan kepada masyarakat bagaiman cara-cara Menanggulangi Hama yang sering di temui oleh para petani. Serangan hama memang merupakan ancaman yang harus selalu diwaspadai oleh para petani, dan pemerintah melakukan program yang diberi nama Pengendalian Hama Terpadu (PHT) untuk mengatasi serangan hama tersebut.

“Lebih lanjut di sampaikan, Program tersebut bertujuan mengedukasi para petani agar paham tentang penanganan serta pencegahan terhadap hama yang baik dan benar. Selain itu, pengendalian hama terpadu ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan petani pada insektisida buatan yang menggunakan bahan kimiawi,”Jelas Babinsa.

Pada dasarnya Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan cara pengelolaan organisme pengganggu tanaman seperti hama, penyakit, dan gulma yang dilakukan secara terpadu, baik teknis (cara budidaya), biologis (pemanfaatan musuh alami), dan kimiawi (pestisida). Oleh karena itu, sistem PHT ini merupakan pengendalian yang berbasis ramah lingkungan.

Sementara itu, Bapak Masirin selaku petugas materi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) mengatakan penanganan masalah seperti hama tidak menggunakan prinsip pembasmian seperti tanaman disemprot oleh pestisida dengan dosis yang tinggi untuk mematikan hama. Dalam sistem ini lebih menekankan pengendalian yang diawali dengan pencegahan. Jika masih tetap terserang, pengobatan tanaman yang terserang juga dilakukan dengan tepat dan cermat. Memang masih menggunakan pestisida, hanya saja persentasi penggunaannya lebih diatur dengan bijak dan jika memang sangat diperlukan karena tidak ada jalan lain.

“Musuh alami hama atau penyakit jika dibiarkan hidup, akan memangsa hama yang terdapat pada tanaman, dan efek lain dari penyiraman pestisida yang membabi buta adalah hama yang semakin kebal dengan pestisida yang digunakan sehingga populasinya semakin tinggi sehingga sulit untuk dikendalikan,” Jelasnya.

Harapannya ibu-ibu petani dapat memahami dan mengertitentang penyuluhan yang telah disampaikan dan selanjutnya di aplikasikan di lapangan, sehingga kedepannya diharapkan dengan adanya penyuluhan seperti ini dapat meningkatkan mutu dan hasil pertanian para petani.

“Diakhir kegiatan Ibu Margaretha (45thn) menyampaikan ucapan terimakasih pada Babinsa dan petugas Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang telah hadir memberikan wawasan dan pengetahuan tentang cara membasmi hama,”Tutup Margaretha.