Keerom – Maraknya kasus penderita malaria di Indonesia salah satunya berada di wilayah Jayapura yang karena wilayahnya memang termasuk kategori daerah endemis tinggi, perlu diketahui bahwa malaria itu sendiri adalah penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina yang dapat menularkan parasite Plasmodium, yang apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis akan membawa efek yang lebih buruk kepada sipenderita, oleh karena itu sebagai bentuk kepedulian atas kesehatan warga binaannya di wilayah endemis tinggi malaria, tim kesehatan Pos Towe Hitam Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista mengunjungi rumah warga yang mengalami sakit malaria untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan di Kampung Towe Hitam, Distrik Towe, Kabupaten Keerom, Papua.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, S.E., S.Mi., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Sabtu, (23/10/2021).
Dansatgas menuturkan bahwa berdasarkan informasi yang terdapat di beberapa media berita salah satunya dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI yang menyampaikan bahwa parasit dari malaria tersebut memiliki kemampuan berkembang biak pada organ hati seseorang yang terkena gigitan saat kondisi imun sedang lemah, beliau juga mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi dalam mencapai Indonesia bebas malaria diantaranya masyarakat yang menganggap bahwa malaria adalah penyakit yang biasa, sehingga kurang mendapat perhatian.
“Gejala yang ditimbulkan akibat kondisi penderita malaria itu umumnya berupa demam, kepala pusing hingga mual yang muncul pada sepekan usai gigitan nyamuk tersebut, bahkan dalam situasi tertentu, kombinasi dari ketiga gejala itu kerap dialami oleh si penderita malaria,” tutur Dansatgas.
Di tempat terpisah, Danpos Towe Hitam Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista Letda Inf Redo mengatakan bahwa tim kesehatan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista Pos Towe Hitam telah berupaya untuk selalu mengajak, mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat disetiap aktifitas bersama untuk selalu menggunakan kelambu saat masyarakat akan melaksanakan istirahat malam, dan menghindari keluar rumah di malam hari apabila dirasakan tidak perlu serta menghubungi tim kesehatan Satgas apabila ada yang mengalami demam atau sakit.
“Ini memberikan kami suatu informasi kepada masyarakat bahwa meskipun malaria ini dapat dicegah dan diobati tetapi juga dapat menyebabkan kematian, oleh karena itu konsep bagaimana mencegah pada masyarakat supaya tidak terjangkit penyakit malaria, ini menjadi tantangan bersama,” ucap Redo.
Sementara itu, salah satu warga kampung Towe Hitam Bapak Alfends Waki (44) mengaku senang sekali dan mengucapkan terimakasih kepada Tim Kesehatan TNI Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista yang telah memberikan pengobatan dan penanganan cepat kepada keluarganya yang mengalami sakit malaria dengan gejala muntah-muntah sehingga tidak dapat makan atau mencerna makanan sehingga terjadi penurunan kondisi tubuh.
“Kami sangat bersyukur, puji Tuhan bapak-bapak TNI sudah kasih bantu suntik obat dan vitamin buat kasih sembuh keluarga saya yang sakit malaria, walaupun di malam hari bapak-bapak TNI selalu ada dan selalu siap membantu kami sebagai masyarakat dan perhatian kepada keluarga kami yang sedang sakti, oleh karena itu tidak lupa kami ucapkan terimakasih,” ucap Alfends.

More Stories
PELETAKAN BATU PERTAMA BUKAN SEKEDAR MEMULAI PEMBANGUNAN FISIK TETAPI MENANDAI LAHIRNYA HARAPAN BARU, KONEKTIVITAS YANG LEBIH BAIK DAN MASA DEPAN YANG LEBIH SEJAHTERA BAGI MASYARAKAT
DANREM 172/PWY DAMPINGI PANGDAM XVII/CENDERAWASIH TINJAU KESIAPAN SATUAN DAN DUKUNG PERCEPATAN.
Satgas TNI hadirkan Papua terang bantu pemasangan Instalasi listrik di rumah warga pedalaman.