23/04/2026

KEBERSAMAAN PABUNG, DANRAMIL DAN BUPATI DALAM RANGKA TANAM PERDANA PROGAM JAGUNG DI KAB.KEEROM

Keerom, Pabung Kab.Keerom Letkol Inf Suwito bersama Danramil 1701-04/Arso Mayor Inf Sardiana mendampingi Bapak Bupati Piter Gusbager, S.Hut.MUP., melaksanakan Penanaman Perdana Program Jagung secara serentak seluas 500 Ha di Kampung Wambes Distrik Mannem Kab.Keerom. Selasa (31/1/2023)

Kegiatan Penanaman perdana program jagung di hadiri Bupati Keerom Bapak Piter Gusbager, S.Hut.MUP., Dirjen SDA Bapak Ir. Jarot Widyoko, Wakil Bupati Kab.Keerom Bapak Wafir Kosasih, Kapolres Kab.Keerom/AKBP Cristian Aer, Kepala Kejaksaan Negeri Bapak Alexander Sinoraya, Sekda Kab. Keerom Triswanda Indra. N S.Pt., Kepala Dinas Pendidikan Kab.Keerom Bapak Stenly, Kepala Dinas Pertanian Kab.Keerom Bapak Ferdinan Kekri, Kepala Dinas PU Kab.Keerom Bapak Mujiono, DPRD Kab.Keerom Wakil Ketua 1 Bapak Kanis Kango, Anggota DPRD Kab.Keerom Bapak Yahya Sauri, Anggota DPRD Kab.Keerom Bapak Leonardus Abar, Pabung Kab.Keerom Letkol Inf Suwito, Danramil-04/Arso Mayor Inf Sardiana, Kadistrik Mannem Ibu Elisabet Abar, Pastor Kris Bidi Tokoh Agama, Ketua Dewan Adat Keerom Yakobus Mekawa, Kepala Kampung Wambes Bapak Frans Abar, Ondo Kampung Wambes Bapak Anton Number.

Dalam acara tersebut Bapak Bupati Piter Gusbager, S.Hut.MUP., mengatakan “bahwa pemanfaatan lahan tanah Keerom yang subur bisa menunjang kesejahteraan masyarakat. Penanaman jagung secara simbolis yang kami laksanakan hari ini, kiranya masyarakat bisa melanjutkan sampai dengan selesai”, tegasnya.

Penanaman perdana ini merupakan sejarah dan momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan peristiwa penting bagi daerah ini.
Dengan penanaman jagung yang di laksanakan masyarakat nanti pemerintah akan cari solusi untuk pemasaran pasca panen dengan mengunakan alat panen secara modern bukan tradisional lgi.

Sudah hampir 1 dekade perekonomi kab keerom mengalami kemunduran. Setelah harga sawit mengalami fase tidak produktif yang merupakan salah satu sumber penopang ekonomi warga kab Keerom. Rata-rata kebutuhan keluarga setiap bulannya 5-7 juta setelah harga sawit menurun dari berbagai survei.

“Dengan adanya program Fod Eastet atau disebut juga budidaya jagung ini menjadi salah satu harapan besar warga masyarakat untuk mengembalikan masa kejayaan perekonomi warga masyarakat kab Keerom”, ungkapnya.

Setelah selesai penanaman perdana 500 Ha secara simbolis ini, akan kami lanjutkan dengan penanaman seluas 3000 ha lahan awal yang sudah disiapkan untuk sekarang ini,” ungkapnya. Para petani harus giat dan tekun menjaga lahan ini sampe waktunya panen tiba. Di harapkan semua elemen masyarakat sama-sama menjaga lahan ini guna keberhasilan dan kesuksesan bersama.

Bupati menambahkan, sesuai permintaan Presiden Indonesia, Joko Widodo, untuk 1 hektar lahan jagung ditargetkan 1 ton. Untuk itu semua yang terlibat harus bekerja sama dengan baik dan merawat lahan ini sehingga hasil panen nanti bisa maksimal.

Ir. Suparji mewakili Dirjen SDA, S-1 menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Daerah keerom yang sudah menyelenggarakan tanam perdana hingga tuntas.

“300 hektar ini sebagai tolak t ukur dalam mensukseskan program Budidaya Jagung di Kabupaten Keerom. Kegiatan penanaman perdana ini akan saya laporkan langsung ke Dirjen dan kementerian,” tuturnya.

Di tempat yang sama Pabung kab Keerom Letkol Inf Suwito menegaskan bahwa sangat mengapresiasi bapak Bupati atas program tanam jagung perdana ini. Program ketahanan pangan seperti ini yang digadang-gadang oleh pemerintah pusat untuk dilaksanakan di masing-masing wilayah.

“Ketahanan pangan sangat penting dilakukan untuk mendukung perekonomian warga masyarakat. Selain untuk dikomsumsi sendiri bisa juga dijual untuk menambah penghasilan keluarga. Semoga dengan adanya program ketahanan pangan warga masyarakat kab Keerom kesejahteraannya semakin meningkat”, pungkasnya.