29/05/2026

Ibadah Bersama Satgas Yonif 511 Dibyatara Yodha, Pos Tima dan Warga di Kampung Tima, Lanny Jaya : Suara Doa Menembus Pegunungan

Lanny Jaya, —
Pagi itu, kabut masih menggantung rendah di antara lekuk Pegunungan Tengah Papua. Di tengah kesunyian alam Kampung Tima, Distrik Balingga, terdengar suara lembut pujian rohani yang mengalun dari Gereja Jemaat Manggalome. Hari itu bukan ibadah biasa. warga kampung dan personel Satgas Yonif 511/Dibyatara Yodha dari Pos Tima duduk bersama dalam ibadah penuh keheningan dan harapan.

Dengan mata yang sembap karena menahan haru, bapak Gembala Lebanus (48) berdiri di depan jemaat. Di barisan, deretan prajurit berseragam loreng duduk menunduk khusyuk dalam doa.

“Di tempat yang jauh dari keramaian ini,” ucap Gembala Lebanus dalam kotbahnya, “Tuhan tidak pernah lupa. Hari ini kita buktikan, kasih dan damai bisa tumbuh di tengah pegunungan. Antara rakyat dan TNI, tidak ada lagi jarak. Hanya saudara seiman yang duduk bersanding dalam doa.”

Tidak ada yang berucap banyak setelah itu. Jemaat dan prajurit menyanyikan lagu pujian bersama. Beberapa warga terlihat menyeka air mata. Di salah satu sudut gereja, seorang anggota TNI terlihat menggenggam tangan seorang anak kecil yang memeluk Alkitab usang.

Suasana menjadi semakin khidmat ketika seluruh jemaat berdiri dan memanjatkan doa syafaat untuk Tanah Papua, untuk perdamaian, dan untuk mereka yang bertugas menjaga perbatasan.

Kapten Inf Gatot Primadasa S.Tr.(Han), Komandan SSK 2, Pos Tima, “Kami tidak membawa banyak hal ke sini, tapi hari ini kami pulang dengan hati yang penuh. Kami merasa menjadi bagian dari keluarga besar di Kampung Tima.”

Ibadah ditutup dengan salam damai. Tak ada protokol, tak ada formalitas. Hanya pelukan hangat dan tatapan mata penuh pengertian — bahwa di balik Loreng dan kulit yang berbeda, mereka telah menjadi saudara.