29/05/2026

Kodim 1712/Sarmi menggelar kegiatan sosialisasi kanker dan Tumor bagi Personel dan Persit di kodim 1712/Sarmi. Kegiatan yang berlangsung di Aula serba guna Makodim ini diikuti oleh Anggota Kodim 1712/Sarmi beserta Persit KCK Cabang XXXIX Kodim 1712/Sarmi dan menghadirkan dua pemateri, yakni Arga Ariyanto, A.Md, Kep dan Misel Anisah tim dari Yayasan Kanker Indonesia.

Kegiatan dibuka oleh Kapten Inf Joni Bentas selaku Perwira Seksi Teritorial. Dalam sambutannya ia menyampaikan pentingnya pemahaman tentang penyakit kanker, terutama bagi prajurit dan keluarga yang kerap abai terhadap gejala-gejala dini.
“Sosialisasi ini bukan hanya edukatif, tapi juga bentuk perhatian kita terhadap kesehatan keluarga besar Kodim 1712/Sarmi,” ujarnya..Selasa, 07/10/2025.

Materi pertama disampaikan oleh Arga Ariyanto, A.Md, Kep yang memaparkan secara rinci tentang kanker prostat, serviks, endometrium, hingga kanker ovarium. Ia menyebutkan bahwa kebiasaan sehari-hari, termasuk pola makan, gaya hidup, dan faktor pekerjaan, sangat memengaruhi risiko terkena kanker.
“Kanker prostat misalnya, rentan terjadi pada pria yang terlalu lama duduk atau sering menahan hasrat biologis,” jelasnya.

Lebih lanjut Arga Ariyanto menjelaskan bahwa wanita yang menikah dini dan tidak menjaga kebersihan organ reproduksi atau menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang juga memiliki risiko tinggi terkena kanker rahim.

“Gejala awal seringkali tidak terasa, seperti keputihan berlebih atau nyeri di bagian bawah perut. Deteksi dini sangat penting,” tambahnya.

Pasiter Kodim 1712/Sarmi Kapten Inf Joni Bentas yang dikonfirmasi usai kegiatan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. “Ini bentuk perhatian kami terhadap kesehatan prajurit dan keluarganya. Harapannya setelah kegiatan ini seluruh Anggota Kodim 1712/Sarmi beserta Persit lebih peduli terhadap gaya hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Pasiter Kodim Sarmi

Ia juga berharap edukasi ini bisa diteruskan hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. “Kami ingin menciptakan budaya hidup sehat dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga prajurit,” tambahnya.

Dengan semangat edukasi dan pencegahan, kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan peserta mengenai bahaya kanker dan pentingnya deteksi dini, sebagai langkah awal perlindungan terhadap penyakit mematikan tersebut..