Keerom. Faham Radikalisme telah menjadi isu yang mengemuka karena eksistensinya yang mengancam siapaun tanpa pandang bulu, termasuk mengancam kalangan Muda. Generasi muda Indonesia harus kembali mengkaji sekaligus mencegah segala kemungkinan Radikalisme yang mengancam Generasi Muda Kita. Ancaman Generasi Muda tentang faham Radikalisme adalah salah satu yang diserukan oleh Bupati Kabupaten Keerom Drs. Celsius Watae yang di dampingi oleh Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf M. Mahbub Junaedi S. Sos. Rabu (23/5)
Bertempat di Aula Perbatasan Kabupaten Keerom Jl. Trans Irian, Arso Kota, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, telah dilaksanakan Sarasehan Kebangsaan Dan Pengukuhan Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Keerom Tahun 2016 oleh Bupati Kabupaten Keerom Drs. Celcius Watae dan Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf M. Mahbub Junaedi yang diikuti sekitar 50 orang.
Menurut Drs. Celcius Watae dalam sambutannya yang pada intinya bahwa “Sarasehan dan Pembauran Kebangsaan adalah proses pelaksanaan Integrasi untuk mewujudkan Kebangsaan Indonesia dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dan upaya untuk mewujudkan Kebangsaan dan bertekad untuk menjadi satu Bangsa, satu tanah air dan satu bahasa serta berbeda suku dan budaya sebagai wadah untuk saling berkoordinasi dan berkomunikasi guna memecahkan berbagai persoalan yang timbul akibat keaneka ragaman tersebut.
Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) mempunyai tugas membantu Kepala Daerah dalam merumuskan kebijakan pembauran Kebangsaan serta memfalisitasi hubungan kerja Forum Pembauran Kebangsaan dengan Pemerintah Daerah dan hubungan dengan instasi terkait di daerah dalam penyelenggaraan pembauran Kebangsaan serta mewaspadai akan timbulnya paham Radikalisme, Komunisme, Separatisme, Kekerasan, Narkoba, dan Minuman Keras yang kita tolak bersama.
Dandim 1701/Jayapura menambahkan di depan anggota FKUB ( Forum Kerukunan Umat Beragama), FKDM ( Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat ) dan FPK ( Forum Pembauran Kebangsaan) Kabupaten Keerom tentang sejarah penyebutan Radikalisme Kiri dan Kanan yang dimulai dari Negara Prancis dimana Radikalisme Kiri melakukan kekerasan dengan mengatasnamakan Agama seperti yang dilakukan oleh para teroris, sedangkan Radikalisme Kanan kekerasan dengan menolak keberadaan Agama dalam Negara seperti yang dilakukan oleh PKI. Ada juga radikalisme lain seperti halnya separatisme (OPM).
Dandim berharap dengan telah dibentuknya Forum-forum ini maka kedepannya kita bisa membentengi dan mewaspadai semua ancaman Radikalisme yang mengarah ke Instabilitas, perpecahan masyarakat, memecah belah persatuan dan kesatuan serta kedaulatan Bangsa dan Negara.
Dengan adanya bibit radikalisme yg mulai masuk ke Kabupaten Keerom, Dandim mengajak seluruh komponen masyarakat untuk waspada dan menolak masuknya paham Radikalisme yang masuk ke Kabupaten Keerom.
Sesi akhir ditandai dengan Penandatanganan Pernyataan Sikap bersama para pengurus FKUB, FKDM, FPK dan Perwakilan Tokoh Masyarakat Kabupaten Keerom yang isinya adalah bahwa “Kami Seluruh Komponen Anak Bangsa Indonesia yang ada di Kabupaten Keerom menolak Paham Radikalisme, Paham Komunisme, Miras dan Narkoba, LGBT dan Separatisme (OPM,KNPB,DLL).


More Stories
Pembangunan Jembatan Garuda di Distrik Bonggo Memasuki Babak Baru, Jembatan Lama Mulai Dibongkar Demi Akses yang Lebih Baik
Satgas Pamtas Yonif 645/Gardatama Yudha RI – PNG melaksanakan kegiatan Anjangsana terhadap Tokoh Masyarakat sekitar serta Aparat setempat yaitu Bapak Saradak dan Aipda Igna yang Berdinas Di Polsek Apalapsili.
Kegiatan Anjangsana merupakan, bentuk sebuah perhatian terhadap Masyarakat setempat yang berada di Distrik Apalapsili Kabupaten Yalimo Ibu Kota Yalimo, yang di pimpin Letda Inf Putu Irwan Adi Prawira beserta 10 Personel lainya.
Menguatkan Asa dari Pesisir, Babinsa Bantu Perbaiki Perahu Milik Warga Sarawandori